kring pajak

Semua calon dan Wajib Pajak pada dasarnya akan merasa bingung pada awal mereka membuat dan setelah memiliki NPWP. Sebab, setelah itu kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia tentu saja bertambah.

Bukan hanya ditutut untuk menghitung pajak saja, tetapi dengan adanya sistim self assessment, seluruh masyarakat yang sudah memiliki NPWP diberikan tanggung jawab penuh untuk menghitung, menyampaikan, dan melaporkan sendiri pajaknya.

Nah, karena hal itu dirasa agak membingungkan dan sulit dimengerti oleh masyarakat kita, maka pihak Perpajakan pun akhirnya membuat layanan bernama Kring Pajak yang berpindah akses dari 500-200 ke 1-500-200. Nomor tersebutlah yang disebut-sebut akan membantu masyarakat dalam menjawab pertanyaan mereka seputar perpajakan.

Kring pajak susah dihubungi

Meskipun niat tersebut sudah terealisasi, faktanya tidak sedikit yang mengeluhkan bahwa layanan Kring Pajak kurang maksimal. Hal tersebut dipicu oleh berbagai hal seperti ketepatan jam kerja, banyaknya aduan yang masuk, dan lain-lain. Maka darui itu, untuk menghadapinya diperlukan cara berikut:

1. Coba hubungi di atas jam mulai kerja

Beberapa orang yang sudah berulang kali memanfaatkan kring pajak ini, pada jam dimulainya kerja sebenarnya sistim belum benar-benar siap.

Jadi pastikan untuk menelepon operator puku 09.00 lebih atau 09.30 pagi supaya layanan tidak terlalu sibuk.

2. Jangan menghubungi terlalu banyak dalam sekali telepon

Excited sih boleh dan sah-sah saja, tetapi kalau sampai menelepon lebih dari 10 kali dan ternyata belum diangkat karena sibuk atau memang tidak diangkat, lebih baik untuk menyudahi saja karena tentu akan buang-buang waktu.

Sebaliknya, cobalah untuk mencari cara lain yakni beberapa info seputar perpajakan kini bisa dilihat dan ditanyakan melalui internet.

3. Harus gesit dan cepat

Sistim kring pajak sebenarnya tidak berbeda jauh dengan operator seluler yang biasa kita hubungi saat ada masalah.

Perbedaannya di sini, kita menanyakan tentang NPWP. Sekali terhubung dengan Kring Pajak maka penelepon akan dihubungkan dengan dua operator.

Pertama, bagi yang belum memiliki NPWP akan terhubung pada Officer. Kedua, untuk yang sudah memiliki NPWP maka akan langsung diminta untuk menyebutkan nomor NPWP.

Pada saat ini, sebisa mungkin bawa atau siapkan NPWP di tangan, karena terlambat menyebut satu aja melalui telepon maka sambungan akan diputus. Jadi, menyiapkan payung sebelum hujan itu penting ya.

4. Kunjungi situs resmi Ditjen Pajak

Nah, mengunjungi situs resmi Ditjen Pajak tak akan membuat siapa pun rugi, karena pilihan chat dengan admin selalu tersedia di halaman awal saat kita membuka page atau situsnya.

Biasanya ada gambar seekor kartun lebah yang menawarkan Anda untuk melakukan chatting jika dirasa ada pertanyaan atau keluhan mengenai pajak.

5. Pakai jasa pihak ketiga

Pihak ketiga di sini yang dimaksud adalah Jasa Konsultan Pajak. Dalam posisi ini, menggunakan jasa mereka tidaklah salah, malah justru cukup recommended.

Selain lebih intens dan sifatnya cukup pribadi, juga pertanyaan cepat terjawab. Bukan sekadar pertanyaan saja, Jasa Konsultan Pajak biasanya juga akan memberikan berbagai pandangan atau rancangan pada kliennya mengenai berbagai urusan pajak dengan catatan menguntungkan klien tetapi tidak merugikan negara.

Begitulah cara menghadapi Kring Pajak yang terkadang memang sangat sibuk, bahkan kalau kita tidak sedang beruntung maka akan sulit terkoneksi dengan operator.

Jadi, ada baiknya perlu menyiapkan berbagai alternatif pilihan guna melancarkan segala aktivitas perpajakan kita semua.

Ditambah lagi, pekerjaan yang harus diselesaikan setiap hari juga memerlukan banyak waktu, sehingga dituntut untuk menyelesaikan tanggung jawab seefektif dan seefisien mungkin.

Leave A Reply

Navigate