Shalat Sunnah Subuh

Shalat sunnah subuh adalah nama lain yang juga biasa dipakai untuk menyebut shalat qobliyah subuh. Sesuai dengan namanya, shalat ini adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum mengerjakan shalat subuh. Jumlah rakaatnya sama dengan jumlah rakaat shalat subuh, yakni hanya 2 saja. Pun demikian, ini termasuk salah satu shalat sunnah yang hampir tidak pernah dilewatkan oleh Rasulullah SAW.

Shalat Sunnah Subuh
via the-ameera.com

Karena beliau saja selalu mengerjakan shalat sunnah subuh ini, bukankah itu berarti shalat ini memiliki nilai yang sangat besar? Ya, bahkan dalam haditsnya, beliau menyebutkan bahwa shalat sunnah subuh ini memiliki nilai yang lebih berharga bahkan dari dunia dan seisinya sekalipun.

Niat Shalat Sunnah Subuh

Sebelumnya, perlu diketahui bahwasanya hukum shalat sunnah subuh ini adalah sunnah muakkad. Artinya adalah shalat sunnah subuh ini adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki kemuliaan yang sangat besar. Mengenai niatnya, adalah sebagai berikut: USHOLLII SUNNASH SHUBHI ROK ‘ATAINI QOBLIYATAL LILLAHI TA’ALA

Artinya: saya berniat shalat sunnah sebelum subuh 2 rokaat karena Allah Ta’ala

Niat ini harus kita ucapkan ketika kita hendak mengerjakan shalat sunnah subuh. Soal cara mengerjakannya, ini adalah sama seperti ketika kita mengerjakan shalat-shalat yang lainnya, hanya saja, karena shalat sunnah subuh ini terdiri dari 2 rakaat, maka hanya ada 1 salam untuk mengkahirinya.

Catatan penting yang perlu diingat di sini adalah bahwasanya shalat sunnah subuh ini memiliki beberapa nama sekaligus yaitu shalat sunnah qobliyah subuh, shalat sunnah fajar dan shalat sunnah barod. Karenanya dalam melafadzkan niatnya, Syaik Nawawi dalam kitab Nihayatuz Zain memperbolehkan untuk membacanya sesuai dengan berbagai nama tersebut.

Tata Cara Shalat Sunnah Subuh

Shalat sunnah subuh ini dikerjakan secara sendiri-sendiri dan tidak berjamaah. Untuk tata cara shalat sunnah subuh adalah sebagai berikut:

  1. Mengucapakan niat seperti yang sudah disebutkan sebelumnya

  2. Setelah membaca niat, bisa dilanjutkan dengan membaca doa iftitah serta surat al Fatihah,

  3. Begitu selesai membaca surat Al Fatihah, bisa dilanjutkan dengan surat-surat pendek. Dari beberapa hadits, dijelaskan bahwasanya Rasulullah SAW membaca surat Al Kaafirun pada rakaat pertama dan pada rakaat kedua beliau membaca surat Al Ikhlash.

Ada pula hadits lain yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membacar surat Al Baqoroh ayat 136 saat rakaat pertama dan saat rakaat kedua beliau membaca surat Ali Imran ayat 52.

Selebihnya adalah sama dengan tata cara shalat yang lainnya, yakni ruku’, I’tidal, sujud, duduk diantara 2 sujud dan seterusnya hingga salam. Selain itu, anda juga bisa membaca doa qunut yang diletakkan diakhir sholat subuh.

Setelah salam, orang yang melaksanakan shalat sunnah subuh ini dianjurkan untuk membaca dzikir, dimana berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim dan Ibnu Sinni, dzikir tersebut berbunyi:

ALLAHUMMA ROBBA JIBRIILA WA ISRAAFIILA WA MIIKAA-IILA WA MUHAMMADIN NABIYYI, A’UDZUBIKA MINAN NAAR. Dzikir ini bisa dibaca sebanyak 33 kali. Kemudian dalam kitab Nihayatuz Zain, ada pula anjuran wiridan yang bisa dibaca setelah selesai mengerjakan shalat sunnah subuh ini antara lain:

  1. Yaa hayyu yaa qoyyum laa ilaaha illaa anta sebanyak 40 kali

  2. Surat Al Ikhlas sebanyak 11 kali

  3. Surat Al falaq sebanyak 1 kali

  4. Surat An Naas sebanyak 1 kali, dan

  5. Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil ‘adzim sebanyak 100 kali

Leave A Reply

Navigate