Sholat Sunnah Untuk Mendatangkan Rejeki

Allah Azza Wa Jalla telah menetapkan kadar rezki bagi setiap makhluk ciptaannya, tak terkecuali manusia. Bahkan, jauh sebelum manusia itu lahir, rezkinya telah ditakar dan tertulis di dalam sebuah kitab yang bernama lauh mahfuzh.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”  QS. Hud ayat 6.

Dari QS. Hud ayat 6 diatas, maka sudah sangat jelas dan teranglah mengenai sifat rezki manusia ini. bahwa ianya (rezki), sebenarnya sudah ditentukan kadar dan bentuknya oleh Allah Azza Wa Jalla jauh sebelum kelahiran manusia. Hanya saja, untuk meraih atau mendapatkan rezkinya, manusia haruslah berusaha dan tak berdiam diri menunggu rezki itu turun dari langit.

Selain berusaha dalam bentuk lahiriah, manusia juga sebaiknya rutin untuk melaksanakan amalan-amalan batiniah agar jalan rezkinya lancar dan berkah. Dengan selalu menjauhi perbuatan yang dilarang Allah dan menjalankan apa yang diperintahkan-Nya. Maka Insya Allah rezki kita akan diluaskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Adapun mengenai amalan batiniah, selain melakukan zikir-zikir pembuka pintu rezki, kita juga bisa menambah kedekatan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui shalat-shalat sunnah. Dalam konteks membuka pintu rezki, maka shalat-shalat sunnah dibawah ini seharusnya mulai kita kerjakan dan rutinkan.

Shalat sunnah pembuka pintu rezki

1. Shalat sunnah dhuha

Shalat sunnah dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan apabila kita menginginkan keluasan dan keberkahan rezki. Waktu shalat dhuha yakni dimulai dari sejak terbitnya matahari sampai masuknya waktu sholat dzuhur. Atau bila masih ragu dengan waktu masuknya shalat dhuha, maka kita bisa melaksanakannya keika cahaya matahari sudah mulai terasa agak panas. Waktu sholat sunnah dhuha terbaik sekitar jam 8 atau jam 9 pagi, seperti yang dikutip dari www.asliindonesia.net.

Bagi Anda yang bekerja sebagai pedagang atau bekerja sebagai pegawai kantoran, maka Anda bisa menyempatkan diri untuk menunaikan shalat sunnah dhuha ini di sela-sela rutinitas pekerjaan Anda di pagi hari atau menjelang siang hari.

Untuk menambah semangat dan keyakinan kita dalam mengerjakan shalat sunnah dhuha sebagai awal untuk memulai ikhtiar mencari rizki. Hadits dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam ini rasanya sangat patut untuk kita renungkan.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda yang artinya :

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no. 720).

Dan sebagaimana kita ketahui untuk memancing datangnya rezki, kita juga dianjurkan untuk rajin ber-shodaqoh. Maka apabila kita tidak mampu untuk men-shodaqohkan harta, cukuplah 2 rakaat shalat sunnah dhuha sebagai gantinya.

2. Shalat sunnah tahajjud

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya :

“Waktu yang paling dekat antara Rabb dengan seorang hamba adalah pada tengah malam terakhir, maka apabila kamu mampu menjadi golongan orang-orang yang berdzikir kepada Allâh (shalat) pada waktu itu, lakukanlah!”. (HR Tarmidzi)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman mengenai pentingnya melaksanakan shalat sunnah tahajjud ini dalam Al-Qur’an surah Al Isra ayat 79 yang artinya :

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji”.

Membaca sabda Nabi dan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala diatas, kalau kita mampu, maka akan sangat baik bagi kita untuk rutin mengerjakan shalat tahajjud ini. Mengingat waktu tengah malam yang terakhir adalah waktu yang sangat mustajab sebagaimana sabda Nabi. Maka setelah melaksanakan shalat tahajjud, angkatlah tangan dan mintalah segala kebaikan dan keberkahan rezki kepada Allah Azza Wa Jalla.

3. Shalat sunnah fajar

Salah sunnah fajar merupakan shalat sunnah yang dikerjakan sebelum menunaikan shalat subuh, tepatnya setelah azan subuh. Di waktu fajar inilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala membagi-bagikan rezki kepada hambanya.

Hal diatas sebagaimana sabda Nabi kepada putrinya Fatimah, yang berbunyi :

“wahai Fatimah, bangun dan saksikanlah rezeki Tuhanmu karena Allah membagikan rezeki antara shalat Subuh dan terbitnya matahari”

Nabi juga diriwayatkan selalu mendoa’akan agar ummatnya diberkahi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di waktu pagi. Sebagaimana dalam hadits riwayat Abu Dawud yang menuliskan do’a Nabi tersebut yang bunyinya :

“ Ya Allah berkahilah umatku di waktu paginya” (H.R Abu Dawud)

Masih banyak riwayat atau hadits lain yang menyebutkan tentang keutamaan-keutamaan shalat sunnah fajar. Namun kiranya dengan dua hadits diatas, sudah sangat cukup untuk membuat kita mulai bersemangat dan yakin untuk merutinkannya sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sebagai jalan pembuka pintu rezki.

Akhirnya semoga apa yang kami sampaikan pada artikel ini bermanfaat dan dapat menambah semangat kita untuk mengerjakan shalat-shalat sunnah sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri pada Allah Azza Wa Jalla sang pemilik rezki.

Leave A Reply

Navigate